Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perkembangan Bahasa Balita di UPTD Kesehatan Baserah Tahun 2016

  • Yenny Safitri

Abstract

Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Kemampuan berbahasa merupakan indikator seluruh perkembangan anak. Kurangnya stimulasi akan dapat menyebabkan gangguan bicara dan berbahasa bahkan gangguan ini dapat menetap. Pengamatan jangka panjang menyatakan bahwa 42,5% balita yang mengalami keterlambatan bicara dan bahasa beresiko mengalami kesulitan belajar, kesulitan membaca dan menulis dan akan menyebabkan pencapaian akademik yang kurang secara menyeluruh, pada beberapa kasus mempunyai IQ yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perkembangan bahasa balita di UPTD Kesehatan Baserah tahun 2016. Metode penelitian bersifat kuantitatif, jenis penelitian ini adalah analitikdengan rancangan penelitian case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita di UPTD Kesehatan Baserah Tahun 2015 yang berjumlah 1248 orang, dengan sampel menggunakan perbandingan 1:1, yaitu 43 dengan sampel kasusdan 43 dengan sampel kontrol, tehnik pengambilan sampel secara systematic random samling dan analisa data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan perkembangan bahasa balita, ada hubungan pola asuh dengan perkembangan bahasa balita, dan tidak ada hubungan sosial ekonomi dengann perkembangan bahasa balita. Bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan informasi kepada ibu-ibu yang memiliki balita dalam pencegahan dan mendeteksi dini keterlambatan perkembangan bahasa

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dianovinina, K. 2009. Penyusunan Alat Ukur Perkembangan Bahasa Reseptif Anak Usia 8-36 Bulan.Indonesian Psychological Journal Fakultas Psikologi, Universitas Surabaya.
Joni. 2017. Peningkatan Kemampuan Kognitif Anak dalam Kegiatan Berhitung dengan Permainan Dadu TK Mutiara Pekanbaru. http://Journal.stkiptam.ac.id/index.php/obsesi. diunduh tanggal 4 Januari 2018
Judarwanto,W.2009. Keterlambatan Bicara Fungsional Pada Anak.http://www.speechclinic.com diunduh 23 Februari 2016.
Kementerian Kesehatan RI. 2013. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi Dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak Ditingkat Pelayanan Kesehatan Dasar tandar. Jakarta
Lamuningtyas, Y.A. (2012). Pemberian dongeng untuk meningkatkan kemampuan bahasa pada anak usia prasekolah. Skripsi, Tidak dipublikasikan
Marni. 2013. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Toddler di Sekolah Nisrina Jati Asih Kota Bekasi.
Muchtar, D.H. 2011. Six Pillars Of Positive Parenting. Cicero Publishing: Jakarta
Muthmainnah. 2012.Peran Orang Tua Dalam Menumbuhkan Pribadi Anak Yang Androgynius Melalui Kegiatan Bermain. PGPAUD FIP Universitas Negri Yogyakarta.
Pebrina, Putri Hana. 2017. Analisis Kemampuan Berbahasa Dan Penanaman Moral pada Anak Usia Dini melalui Metode Mendongeng. http://Journal.stkiptam.ac.id/index.php/obsesi. diunduh tanggal 4 Januari 2018
Soetjiningsih. 2008. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.
Suhartono. 2005. Pengembangan Keterampilan Bicara Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas.
Yusuf, S. 2011. Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Published
2018-01-05
How to Cite
SAFITRI, Yenny. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perkembangan Bahasa Balita di UPTD Kesehatan Baserah Tahun 2016. Jurnal Obsesi : Journal of Early Childhood Education, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 68-75, jan. 2018. ISSN 2549-8959. Available at: <http://journal.stkiptam.ac.id/index.php/obsesi/article/view/562>. Date accessed: 19 feb. 2018.
Section
Articles