PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PERAWATAN LUKA MODERN “MOIST WOUND HEALING” DAN TERAPI KOMPLEMENTER “NaCl 0,9% + MADU ASLI” TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA KAKI DIABETIK DERAJAT II DI RSUD BANGKINANG

Abstract

Masalah pada kaki diabetik misalnya ulserasi, infeksi dan gangren merupakan penyebab umum perawatan di rumah sakit bagi para penderita diabetes. Perawatan rutin ulkus, pengobatan infeksi, amputasi dan perawatan dirumah sakit membutuhkan biaya yang sangat besar tiap tahun dan menjadi beban yang sangat besar dalam sistem pemeliharan kesehatan. (Smeltzer dan Bare, 2002). Berbagai cara digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka kaki diabetik diantaranya perawatan luka modern dan terapi komplementer. Perawatan luka modern menggunakan metode moist wound healing dan terapi komplementer menggunakan Nacl 0,9% + madu asli. Saat ini seluruh rumah sakit di Bangkinang hanya berpusat pada Nacl 0,9% + kasa saja dalam perwatan luka kaki diabetik pasien, belum menggunakan metode perawatan luka yang lain padahal sudah banyak perawatan luka yang sudah berkembang dengan pesat di Indonesia. Basri (2015) menunjukan Perawatan luka kaki menggunakan metode konvensional cukup banyak mengeluarkan biaya perawatan bagi pasien dibandingkan dengan metode modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan efektifitas perawatan luka modern Moist Wwound Healing dan terapi komplementer Nacl 0,9% + madu asli terhadap penyembuhan luka kaki diabetik derajat II di RSUD Bangkinang. Penelitian ini bersifat eksperiment dengan rancangan  pre post one group with control. Sampel dalam penelitian ini adalah  pasien yang menderita luka kaki diabetik derajat II di RSUD Bangkinang. Hasil penelitian menunjukkan perawatan luka mengguankan MWH lebih efektif dibandingkan NaCl0.9%+Madu asli. Dianjurkan untuk tenaga kesehatan untuk melakukan teknik MWH pada luka diabetik pasien DM agar biaya perawata lebih murah.

References

Azis. Alimul, 2008. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Penerbit Salemba http://www.wounds1.com/care/procedure20.cfm/35 , diakses tanggal 25 April 2016
http://www.google.co.id/search?q=moist+wound+healing&hl=id&start=90&sa=N, diakses tanggal 25 April 2016
http://www.google.co.id/search?hl=id&q=moist+wound+healing&btnG=Telusuri+dengan+Google&meta= , diakses tanggal 25 April 2016
http://www.worldwidewounds.com/1999/june/Steve-Thomas/Meningococcal-Meningitis.html, diakses tanggal 25 April 2016
http://www.clevelandclinic.org/health/healthinfo/docs/3800/3820.asp?index=12223&src=newsp , diakses tanggal 25 April 2016
http://www.burnsurgery.org/Betaweb/Modules/moisthealing/part_2bc.htm, diakses tanggal 25 April 2016
http://www.worldwidewounds.com/2004/september/Ryan/Psychology-Pain-Wound-Healing.html, diakses tanggal 25 April 2016
Nursalam, 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Edisi 2. Salemba Medika, Jakarta.
Notoatmodjo. S, 2005. Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Yogyakarta, Andy Offset.
Notoatmodjo. S, 2007. Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta : Jakarta.
Sugiyono, 2008. Statistik Untuk Penelitian Alfa Beta. Bandung
Sulystiawaty, 2009. Proses penyembuhan luka post operasi. Edisi 2. Salemba Medika, Jakarta.
Published
2017-10-30
How to Cite
RIANI, Riani; HANDAYANI, Fitri. PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PERAWATAN LUKA MODERN “MOIST WOUND HEALING” DAN TERAPI KOMPLEMENTER “NaCl 0,9% + MADU ASLI” TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA KAKI DIABETIK DERAJAT II DI RSUD BANGKINANG. Jurnal Ners, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 98-107, oct. 2017. ISSN 2580-2194. Available at: <http://journal.stkiptam.ac.id/index.php/ners/article/view/553>. Date accessed: 21 feb. 2018.
Section
Articles