FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN INFEKSI NOSOKOMIAL PADA PENGELOLA LIMBAH MEDIS PADAT (CLEANING SERVICE) DI RSUD BANGKINANG TAHUN 2016

Abstract

Penyakit infeksi masih merupakan penyebab utama tinginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Salah satu jenis infeksi adalah infeksi nosokomial.Infeksi nosokomial adalah infeksi yang diperoleh pasien, pengunjung, dan petugas.Salah satu petugas yang rentan dengan infeksi nosokomial ini adalah pengelola limbah medis padat (cleaning service).Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan infeksi nosokomial pada pengelola limbah medis padat diRSUD Bangkinang. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling, populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 40cleaning service. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar checklist dan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas.Dari analisa bivariat juga didapatkanfaktor-faktor yang berhubungan dengan infeksi nosokomial adalah personal hygiene (p value = 0.002), pemakaian APD (p value = 0.011), imunisasi (p value = 0.001) dan pengetahuan (p value 0.003). Rekomendasi bagi pihak RSUD Bangkinang agar lebih memperhatikan dan memberikan ketersediaan alat pelindung diri, penyuluhan, serta pelatihan bagi pengelola limbah medis yang bersifat dua arah dan praktik agar cleaning service lebih tahu dan siap dalam mencegah infeksi nosokomial.

References

Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta
Budiman. (2011). Penelitian Kesehatan. Bandung: PT Refika Aditama.
Dahlan, M.S. (2008). Langkah-Langkah Membuat Proposal Penelitian Bidang Kedokteran dan Kesehatan, Edisi I. Jakarta: Sagung Seto.
Darmadi, S. (2008). Infeksi Nosokomial Problematika dan Pengendaliannya. Jakarta, Salemba Medika.
Depkes RI.(2009). PedomanPencegahandanPengendalianInfeksi di RumahSakitdanFasilitasPelayananKesehatanLainnya, Jakarta.
Dhani, M. (2011). Kajian Pengelolaan Limbah Padat Jenis B3 di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Surabaya.
Djohan dan Halim. (2013). Pengelolaan Limbah Rumah Sakit. Jakarta: Salemba Medika.
Faradilla, G. (2015). MakalahImunisasiDasar. Diambiltanggal 16 Agustus 2016 darihttps://gestyfaradilla94.wordpress.com.
Hidayat, Aziz Alimul. (2011). MetodePenelitian Keperawatan Dan Teknik Analisa Data. Jakarta: Selemba Medika.
Jasmawati.(2012). HubunganRiwayatPenyakitDenganKejadianInfeksiNosokomial Di RumahSakitUmum Daerah WahabSjahranieSamarinda.
Johanis. (2010). Kemanakah Jarum Suntik Setelah Dipakai?.http://forum.upi.edu/index.php?topic=12665.0, diakses tanggal 22 April 2016
Kepmenkes RI. (2009).PengelolaanLimbahRumahSakit, Jakarta
KepmenkesRI.(2010). PedomanTeknisSaranadanPrasaranaRumahSakitKelas C, Jakarta.
Kepmenkertrans RI.(2010). AlatPelindungDiri.Jakarta.
Machfoedz. (2008). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Fitra Maya
Mariana, N. (2009). Faktor-Faktor yang BerhubungandenganPenggunaan APD padaPetugasBagianPengumpulSampah di RSUD ArifinAchmadPekanbaru.
Notoatmodjo, Soekidjo.(2003). IlmuKesehatanMasyarakatPrinsip-PrinsipDasar. Jakarta: PT RinekaCipta.
___________________. (2007). Promosikesehatan&IlmuPrilaku. Jakarta: RinekaCipta.
Nugraheni, dkk.(2012).AngkaKejadianInfeksi Nosocomial di RSUD Kupang, NTT. Di ambiltanggal 4 april 2016.
Nursalam.(2003). Konsep&penerapanmetodologiIlmuKeperawatan.Jakarta: SelembaMedika.
Potter & Perry. (2005). BukuPanduanKebutuhanDasarManusiaUntukPerawat, Jakarta: EGC
PP No 18 Tahun 1999. Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun, Jakarta.
PP No 085 Tahun1999. Perubahan PP No 18 Tahun 1999. TentangPengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun, Jakarta.
Pratiknya, AW. (2011). Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: Rajawali Press
Prawiroharjo, S. (2004). Panduan Pencegahan Infeksi untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan dengan Sumber Daya Terbatas. Jakarta: Bina Pustaka.
Profil. (2015). RumahSakitUmum Daerah Bangkinang
Pruss, A. (2005). PengelolaanAmanLimbahlayananKesehatan.Jakarta.
Riani, L.A. (2011). Budaya Organisasi. Yogyakarta: Graha Ilmu
Riyanto, Agus (2011). PengolahandanAnalisis Data Kesehatan.Yogyakarta: NuhaMedika.
Saghita, E.P. (2011). TinjauanPengelolaan (Limbah B3), Padat di RSUD ArifinAchmadProvinsi Riau. Pekanbaru: Program SarjanaStikes Hang TuahPekanbaru.
Sujarweni, V. Wiratna.(2014). MetodologiPenelitianKeperawatan. Yogyakarta: Gava Media
Sumaryadi, Engky.(2011). GambaranFaktor-Faktor yang MempengaruhiInfeksiNosokomial di RS ProvinsiHasanSadikin Bandung.JurnalManajemen&BisnisPadjajaran Vol. 3, No. 1
Suryani, F. (2011).FAktor-Faktor yang Berhubungandengan Dermatitis KontakpadaPerkerjaBagian Processing dan Filling, PT Cosmar Indonesia.Tanggerang Selatan. Jakarta: FakultasKedokteran, UniversitasSyarifHidayatullah.
Sutrisnowati, (2002). Pengelolah Limbah Padat Infkesius Rumah Sakit PT Pupuk KALTIM. Semarang: Program Pasca Sarjana, Universitas Diponogoro.
UU No 32 Tahun 2009. Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungn Hidup, Jakarta
UU No 1 Tahun 1970.Keselamatan Kerja, Jakarta
WHO, (2013).AngkaInfeksiNosokomialMenurut WHO. Di ambiltanggal22 April 2016 darihttp://www.who.com.
Yulianto, B (2008). Hubungan antara Pengetahuan Perawat Tentang Infeksi Nosokomial dengan Prilaku Pencegahannya di Rumah Sakit Awal Bross Pekanbaru. Program Sarjana Ilmu Kesehatan Universitas Indonusa Eka Unggul Jakarta.
Published
2017-10-25
How to Cite
KASUMAYANTI, Erma. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN INFEKSI NOSOKOMIAL PADA PENGELOLA LIMBAH MEDIS PADAT (CLEANING SERVICE) DI RSUD BANGKINANG TAHUN 2016. Jurnal Ners, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 20-32, oct. 2017. ISSN 2580-2194. Available at: <http://journal.stkiptam.ac.id/index.php/ners/article/view/454>. Date accessed: 21 feb. 2018.
Section
Articles